1. CSR Sentul City/ Sentul City Gandeng IPB untuk
Pengembangan Wilayah

Bogor—123 Media: PT Sentul City, Tbk.,
pengembang kawasan berskala besar di Sentul, Kabupaten Bogor, mengadakan memorandum of understanding (MoU)
dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) bertempat kampus IPB, Bogor (21/7).
Penandatangan MoU dilakukan President Director PT Sentul City Tbk., Albert C.J.D Inkiriwang
dengan Rektor IPB, Prof. DR. Ir. H. Herry Suhardiyanto M.Sc.
Bentuk
kerjasama antara kedua belah pihak meliputi empat aspek. Pertama, pemantapan
konsep eco city yang merupakan salah satu pilar pengembangan
Sentul City. Kedua, pengembangan implementasi penghijauan pada bangunan, yakni
membuat metode terbaik penerapan green wall dan green roof yang sesuai dengan iklim dan potensi di Indonesia,
termasuk pemilihan vegetasi dan teknik perawatannya. Ketiga, pengembangan
metode pengelolaan lingkungan yaitu fokus pada pengelolaan lingkungan yang
tepat guna, termasuk pengelolaan sampah. Terakhir, membangun kampus baru IPB
untuk beberapa fakultas di Sentul City.
Tujuan
kerjasama ini adalah untuk memperkuat dan mempertegas empat pilar pengembangan
Sentul City. Keempat pilar tersebut adalah: eco city, education and
knowledge city, entertainment and destination city, sertacultural city.
Kerjasama ini juga merupakan salah satu bentuk
dari program corporate social responsibility (CSR) Sentul City. Diharapkan hasilnya tidak saja
bermanfaat bagi kepentingan pembangunan Sentul City, tetapi juga untuk
kepentingan masyarakat, serta dapat mengajak pengembang lain untuk lebih
memerhatikan pengembangan properti berwawasan hijau.
2. CSR Pertamina
Pengembangan Masyarakat Merupakan
salah satu wujud tanggung jawab perusahaan untuk meningkatkan kemandirian
masyarakat dari berbagai aspek. Sebagai wujud implementasinya, Perusahaan
secara sadar berinisiatif untuk mengajak masyarakat aktif bersama menemukan solusi
guna meningkatkan kondisi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya. Di kalangan
Kontraktor Kontrak Kerja Sama, Program Pengembangan Masyarakat merupakan
kegiatan yang dilaksanakan oleh Kontraktor KKS sebagai bentuk tanggung jawab
sosial dan implementasi dari komitmen perencanaan pengelolaan lingkungan hidup.
Program ini dilaksanakan melalui kegiatan bidang lingkungan, pendidikan,
kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur (fasilitas sosial/fasilitas umum).
Pendidikan Sejumlah
kegiatan pengembangan masyarakat dilakukan di sejumlah daerah operasi sepanjang
tahun 2011. Kegiatan tersebut antara lain adalah melaksanakan sejumlah kegiatan
peningkatan kualitas dan keamanan pendidikan dengan memfasilitasi perbaikan
sarana belajar mengajar antara lain seperti gedung, material bangunan sekolah,
pagar sekolah, komputer, dan lain sebagainya. Sebagai upaya mendukung
kelancaran pelaksanan pendidikan para siswa, Perusahaan juga menyalurkan
bantuan beasiswa yang merupakan bagian dari program Cerdas Bersama Pertamina.
Kegiatan ini dilaksanakan di sejumlah wilayah operasi mulai dari Sumatera
hingga Kawasan Timur Indonesia. Program pemberian beasiswa ini merupakan bagian
dari program besar CSR Pertamina yang diberikan kepada para siswa yang berada
di sekitar daerah operasi perusahaan
Pengembangan Potensi Indonesia
memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup banyak. Namun demikian, pada
kenyataannya kuantitas tersebut tidak didukung dengan kualitas yang sesuai
dengan kebutuhan industri. Oleh karenanya banyak sumber daya manusia yang tidak
mendapatkan pekerjaan yang baik. Melihat kondisi ini, Perusahaan memetakan
kebutuhan peningkatan kualitas SDM potensial di sekitar daerah operasi menjadi
sebuah kebutuhan yang dapat dikembangkan. Hal ini pada akhirnya akan membukakan
peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kebutuhan masyarakat mendapat respon proaktif dari
perusahaan berupa penyelenggaraan pelatihan yang dilaksanakan bersama dengan
pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi seperti lembaga pendidikan.
Dengan program ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan
memberikan dampak langsung serta tepat sasaran. Setelah melalui masa pelatihan,
para peserta diharapkan memiliki kemampuan yang mumpuni dan rasa percaya diri
sebagai generasi muda yang mandiri.
3. CSR Danone Aqua

PROGRAM-PROGRAM CSR AQUA
A. KEGIATAN CSR AQUA
Perseroan telah
berdiri selama hampir 36 tahun dan selama itu pula Perseroan sangat bergantung
pada sumber daya air sebagai bahan baku utamanya. Ketersediaan air untuk
kelangsungan usaha Perseroan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sumber
air yang tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang tinggal dalam radius
tertentu di sekitarnya yang merupakan bagian dari lingkungan itu sendiri.
Perseroan menyadari pentingnya keseimbangan antara sumber air, Perseroan dan
masyarakat di lingkungan sekitar sebagai salah satu syarat terciptanya
pertumbuhan berkelanjutan. Perseroan berkomitmen menjalankan berbagai kegiatan
atau program dalam rangka menciptakan keseimbangan serta wujud Tanggungjawab
Sosial Perseroan. Perseroan sudah menerapkan pendekatan berbasis masyarakat
dalam menjalankan program-program sosialnya dengan melakukan kemitraan dengan
masyarakat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan yanglain.
Pertumbuhan Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Sustainable
Development and Corporate Social Responsibility – SD&CSR) telah menjadi
bagian dari kebijakan strategis Perseroan di bawah payung “AQUA Lestari”, yaitu
perkembangan berkelanjutan berbasis masyarakat. Kegiatan-kegiatan atau program
yang telah dilaksanakan Perseroan di lingkungan pabriknya antara lain:
1. Konservasi Lingkungan
Perseroan turut
berkontribusi dalam inisiatif-inisiatif konservasi lingkungan. Fokus kegiatan
konservasi yang dilakukan Perseroan pada saat ini adalah pembibitan pohon keras
dan pohon buah, yang merupakan langkah awal dari kegiatan konservasi di hutan
dan daerah tangkapan air. Program yang dinamakan “Hutan Sekolah” dirancang
untuk melibatkan sekolah-sekolah supaya ikut serta dalam upaya pelestarian
lingkungan. Selama Tahun 2008, sudah 3 sekolah yang terlibat, yakni SDN Babakan
Pari 2, SDN Dukuh dan Madrasah Al Barokah. Murid dan guru dari ketiga sekolah
dengan pendampingan Perseroan dan Kebun Raya Bogor, mengembangkan pembibitan
pohon keras dan buah di lingkungan sekolah.
Selain itu,
dilakukan juga penanaman pohon di daerah sekitar daerah sumber dan pembagian
pohon manggis sebanyak 4.000 buah yang dilakukan dalam dua tahap kepada 1.665
Kepala Keluarga di Desa Tangkil, Kecamatan Ciawi sebagai lanjutan dari program
tahun lalu di Desa Babakan Pari. Pada tahun ini, Perseroan juga mulai bekerja
sama dengan Pondok Pesantren Al- Amin dalam program pembibitan Pohon Puspa dan
Albasia yang nantinya digunakan untuk program konservasi Gunung Salak.
Perseroan dalam
melakukan kegiatannya selalu mengacu pada kebutuhan masyarakat sekitar, dan
bekerja sama dengan pemerintah, sekolah dan masyarakat di daerah sekitar Pabrik
dalam pembibitan, pendistribusian dan penanaman pohon, baik di daerah
konservasi, lingkungan desa, pekarangan masyarakat maupun di sekitar sumber
AQUA.
2. Air Bersih Hidup Sehat
Program Air Bersih
Hidup Sehat merupakan program yang dirancang oleh Perseroan untuk berkontribusi
dalam upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesehatan
lingkungan. Pada tahun 2008, Perseroan mengimplementasikan program tersebut di
Kampung Darmaga, Babakan Pari, yang lokasinya berdekatan dengan Sumber Air
Kubang. Sebelum program tersebut dilaksanakan, masyarakat menggunakan air yang
berasal dari rembesan sawah yang disalurkan ke kolam penampungan air. Air
tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci, masak,
wudhu dan kebutuhan lainnya. Di dalam program ini, kegiatan yang dilakukan
adalah pembangunan instalasi pompa, penampungan air, MCK umum, dan tempat wudhu
yang dapat dimanfaatkan oleh sekitar 320 orang yang merupakan penduduk Rt 4 -
Rw 2, Desa Babakan Pari. Pada pelaksanaan Program Air Bersih Hidup Sehat ini,
Perseroan bekerja sama dengan Panitia Sarana Air Bersih yang dibentuk secara
mandiri oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan keterlibatan
yang aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan fasilitas yang telah
terbangun. Kontribusi Perseroan dalam program ini berbentuk bantuan teknis,
peralatan dan material bangunan, pompa, listrik, serta pemipaan. Selain pembangunan
sarana-sarana tersebut, Perseroan merencanakan untuk melanjutkan program ini
dengan pelatihan dan penyuluhan perilaku hidup bersih bagi masyarakat.
3. Pendidikan
Sejak akhir tahun
2007 Perseroan berpartisipasi dalam mengembangkan program pendidikan di sekitar
lokasi Pabrik Perseroan. Program pendidikan yang telah dikembangkan,
mengutamakan pola transparansi dan kemitraan, baik melalui capacity building
(perencanaan, pelaksananaan, pelaporan) dan pendanaan. Dengan mempertimbangkan
sejumlah faktor, baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun Perseroan maka
disusunlah Program Bantuan Sekolah (Supporting School Program). Program ini
bertujuan untuk memperkaya dalam bentuk dukungan pendidikan dari Perseroan.
Secara rutin,
Perseroan mulai memberikan kontribusi tersebut kepada 25 SD/MI sekitar lokasi
pabrik berupa pengembangan infrastruktur maupun kelengkapan lain yang terkait
dengan aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah tersebut.
Di samping itu,
Perseroan juga turut mengembangkankampanye lingkungan hidup bagi murid-murid
sekolah melalui RAMSAR Game. Pendidikan tentang lingkungan hidup yang
disampaikan melalui permainan ini, dapat dimainkan di dalam kelas. Diharapkan
dapat menumbuhkan kesadaran dan kecintaan anak-anak sebagai generasi penerus
akan arti pentingnya pelestarian lingkungan.
4. Bantuan Sosial
Selain tiga program
tersebut, kepedulian Perseroan kepada masyarakat juga ditunjukkan dengan
melakukan bantuan-bantuan sosial, antara lain:
Khitanan masal dan
pembagian hewan kurban setiap tahun di sekitar pabrik
Pengobatan gratis
di Desa Mekarsari dan Babakan Pari bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah
Indonesia Cabang Sukabumi.
Perbaikan saluran
air untuk penanggulangan banjir di sekitar Pabrik Citeureup.
Perseroan tetap
terus melaksanakan program-program tanggung jawab sosialnya secara bertahap,
dan berkesinambungan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Pengeluaran
Perseroan dalam program sosial pada tahun 2008 sejumlah Rp. 1,5 milyar yang
dialokasikan untuk program-program dan bantuan sosial untuk masyarakat di
sekitar pabrik-pabrik milik Perseroan.
Program-program CSR
AQUA berada dalam suatu payung besar yang dinamakan AQUA LESTARI. Di dalam AQUA
LESTARI ini, terdapat empat program utama yaitu:
Konservasi dan
pendidikan lingkungan
Pertanian organik dan
manajemen sumber daya air berkelanjutan
Pemantauan dan
pengurangan emisi karbon serta
Akses air bersih
dan penyehatan lingkungan yang biasa disebut sebagai WASH.
Selain lelakukan
program CSR disekitar lingkungan pabrik, PT Aqua juga turut melakukan program
CSR di sebagian besar wilayah Indonesia. Berikut diantaranya beberapa kutipan
berita program-program CSR yang dilakukan di beberapa wilayah Indonesia:
1. Program Air Bersih di NTT
Masih banyak daerah
di Indonesia yang kesulitan mendapat akses air bersih. Padahal, air bersih
merupakan faktor penting untuk mewujudkan hidup sehat. Di beberapa daerah di
Nusa Tenggara Timur masih banyak warganya yang mengalami kelangkaan air
bersih. Untuk mendapatkan air bersih, tak jarang mereka harus berjalan kaki
dengan jarak yang jauh. Alhasil, banyak anak-anak yang kehilangan waktu
bermain karena harus mengambil air. Di salah satu desa di Timor Tengah Selatan
(TTS), Nusa Tenggara Timur, jarak sumber air dengan rumah penduduk sangat
jauh. “Dibutuhkan satu jam untuk pergi pulang membawa air dalam jerigen tiap
harinya,” ujar Sustainable Development & CSR Aqua Danone Indonesia Binahidra
Logiardi.
Kelangkaan air
bersih memang menjadi sumber munculnya berbagai persoalan di TTS. Masa
depan sekolah tak terurus karena anak-anak harus berkonsentrasi penuh
mencari air bersih. Belum lagi penyakit demam berdarah, malaria, dan diare
akut silih berganti mendera mereka. “Berangkat dari situlah, Aqua Danone Indonesia
melalui Aqua untuk Anak Indonesia (AuAI) berkomitmen aktif membantu
memperbaiki kesejahteraan anak Indonesia. Pemberdayaan masyarakat di TTS merupakan
tahap pertama program Satu untuk Sepuluh yang diluncurkan hari ini. Sementara,
riset awal di TTS sudah dilaksanakan Maret hingga Juni 2008. Program untuk
TTS ini bakal berlangsung hingga pertengahan 2008,” ujar Brand Director
Aqua, Didi Nugrahadi.
Lebih lanjut, Didi
mengatakan, sebagai bentuk nyata Satu untuk Sepuluh, pihak Aqua akan
menyediakan 10 liter air bersih bagi komunitas untuk kebutuhan memasak,
mencuci, dan mandi dari setiap 1 liter botol Aqua ukuran 600 mililiter dan
1.500 mililiter berlabel khusus yang terjual sejak Juli 2007 sampai dengan
September 2007.
Kembali ke TTS,
lanjut Didi, selain penyuluhan hidup sehat, Aqua juga akan mengupayakan
memperpendek jarak sumber air ke kawasan penduduk melalui titik-titik
pengambilan air. Pembangunan infrastruktur semisal penempatan pipa-pipa
penyaluran akan dilakukan. “Kita perpendek jarak mungkin menjadi 50 meter dari
710 meter tadi,” kata Didi. Selanjutnya, pemeliharaan menjadi perhatian Aqua
pula, selain program berkesinambungan untuk mengikutsertakan warga setempat
memelihara sumber air. “Kami akan pelihara itu berkelanjutan sampai dengan 10
tahun,” kata Didi. Sejatinya, tambah, Didi, di samping Satu untuk Sepuluh,
masih ada dua inisiatif AuAI yang terus berlangsung yakni Danone Nations Cup
(DNC) dan Ramsar Game. Tiga mata kegiatan itu terangkum dalam tiga elemen
AuAI. DNC yang digelar sejak 2000 adalah festival sepak bola tahunan untuk
anak-anak usia 10-12 tahun. Sampai sekarang sudah sekitar 15 juta anak seluruh
dunia berpartisipasi dalam DNC. Lalu, Ramsar Game yakni board game untuk
edukasi pelajar mengenai siklus air dan perlindungan.
Kemudian pada 13
Agustus 2009, Danone AQUA hari ini bersama-sama mengumumkan peluncuran program
komunitas jangka panjang ”1L AQUA untuk 10 L Air Bersih” atau lebih dikenal
dengan nama program lanjutan ”Satu untuk Sepuluh”. Program Satu untuk Sepuluh
merupakan program penjangkauan masyarakat yang bertujuan untuk mempromosikan
hidup sehat dengan menyediakan akses air bersih dan pendidikan kesehatan.
Baskorohadi
Sukatmo, Brand Director, DANONE AQUA mengatakan, ”Untuk setiap liter produk
AQUA berlabel khusus yang dijual, program ini berkomitmen untuk memberikan 10
liter air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Satu untuk Sepuluh tahap
II ini merupakan kelanjutan dari program tahap pertama. Pada tahap pertama,
kami telah menyediakan akses air bersih kepada lebih dari 12.000 penerima
bantuan di beberapa desa di Kecamatan Boking dan Amanatun Utara di NTT.
Sedangkan untuk tahap II, AQUA menargetkan untuk menjangkau 18.900 penerima
bantuan di desa-desa di Kecamatan Boking, Amanatun Utara, Toianas dan Noebana
di NTT.”
Kami kembali
mengimplementasikan program baru di NTT mengingat proyek SUS 2007 merupakan
program yang menunjukkan keberhasilan di mana telah memberikan kontribusi untuk
meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat yang tinggal di TTS (Timor Tengah
Selatan), NTT (Sebagai contoh, sebelum implementasi program, waktu yang
diperlukan untuk memperoleh air adalah 46 menit. Sekarang diperkirakan menjadi
20 menit. Jarak tempuh untuk memperoleh air sebelum program ini dilakukan
adalah 700 meter. Dan sekarang diperkirakan menjadi 200 meter).
Pertama-tama karena
masalah kelangkaan air tetap menjadi suatu tantangan besar yang harus ditangani
melalui pendekatan baru. Kedua – karena hal ini sejalan dengan semangat
kelanjutan dan tujuan pendekatan, adalah penting untuk tetap fokus dan
berkomitmen terhadap tantangan kelangkaan air ini untuk menciptakan dampak yang
berkesinambungan. Implementasi program Satu Untuk Sepuluh di Nusa Tenggara
Timur dilaksanakan oleh AQUA yang bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat
Internasional, Action Contre la Faim (ACF). Selain itu, dalam rangka kelanjutan
pemberdayaan kapasitas masyarakat lokal, kami juga bekerja sama dengan Lembaga
Swadaya Masyarakat Lokal, yaitu YASNA dan pemerintah daerah TTS.
Rama Furry,
Communications Officer, Action Contre la Faim, menjelaskan, “Terdapat tiga
kunci utama yang menentukan keberhasilan program. Pertama yaitu perbaikan akses
air bersih yang diukur dengan jumlah air yang tersedia dan jarak tempuh yang
lebih dekat dan waktu yang lebih singkat untuk memperoleh kebutuhan air minum
dan memasak bagi individu dan rumah tangga. Kedua, meningkatnya kesadaran untuk
terbiasa hidup bersih dan sehat melalui penyuluhan kesehatan. Ketiga adalah
aplikasi yang tepat melalui proses participatory dari stakeholder lokal untuk
memastikan kelanjutan program”.
Dia menambahkan,
“Keberhasilan program akan dievaluasi dan diukur berdasarkan peningkatan akan
tiga hal tersebut. Kemajuan dilihat dengan membandingkan kondisi sebelum dan
sesudah implementasi program. Dari evaluasi ini kami dapat mengukur efektivitas
program, baik secara fisik melalui instalasi akses air dan perubahan perilaku
kebiasaan hidup sehat di mana menunjukkan peningkatan signifikan.
Binahidra Logiardi,
Sustainable Development & Social Responsibility, DANONE AQUA, menjelaskan ”
Air merupakan kebutuhan mendasar bagi kita semua, namun tidak semua orang bisa
mengakses air bersih dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak daerah di berbagai
belahan dunia, termasuk di Indonesia, yang mengalami kesulitan untuk memperoleh
air dikarenakan topografi daerah tersebut membutuhkan sistem infrastruktur
pasokan air bersih untuk memungkinkan masyarakat sekitar agar dapat mengakses
air bersih tersebut. Selain akses air bersih, sanitasi, kesehatan lingkungan
serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pra sejahtera juga merupakan hal
penting, kesemuanya ini saling terkait. Air merupakan kehidupan, sanitasi
merupakan martabat, keduanya mendukung tercapainya kesehatan lingkungan yang
berkesinambungan yang pada akhirnya juga akan memberi kontribusi pada
tercapainya pengembangan kesejahteraan masyarakat dunia”.
Binahidra
menambahkan, “AQUA memiliki program CSR yang disebut WASH (Water Access,
Sanitation, Hygiene Program) yang bertujuan untuk meningkatkan lingkungan bagi
masyarakat pra-sejahtera. Melalui program WASH, AQUA berkontribusi secara aktif
dan berkelanjutan untuk memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang
berkaitan dengan penyediaan air bersih di Indonesia”. Salah satu program WASH
adalah program Satu untuk Sepuluh ini. Program Satu untuk Sepuluh sejalan dan
mendukung program Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan oleh PBB
guna memerangi kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia dengan target
di tahun 2015.
2. Program Pembangunan Desa
Sosio-eko-bisnis
Berkaitan dengan
program pemerintah Go Organic 2010, Danone Aqua memfasilitasi pengembangan
masyarakat menuju desa sosio eko bisnis di Desa Karanglo, Kecamatan Polonharjo,
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Corporate Sosial Responsibilty dari Danone Aqua
ini ini dihadiri Menteri Pertanian Suswono sekaligus memberikan pengarahan
kepada petani di Laboratorium Pertanian Desa di Desa Karanglo, Klaten pada
Rabu, 17 Februari 2010. Kegiatan yang melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)
Tani Mulyo Desa Karanglo merupakan pendekatan sosial dan lingkungan komunitas
yang inovatif serta multipihak dengan tujuan pelestarian lingkungan, terutama
sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami bangga dapat
mendukung program pemerintah Go Organic 2010. Ini sesuai dengan komitmen ganda
perusahaan terhadap kegiatan usaha dan sosial,” kata Pimpinan Danone Aqua
Parmaningsih Hadinegoro dalam acara Wilujengan Garap Pasiten. Selama ini kata
dia, pihaknya telah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat
dan ekonomi produktif lainnya yang berbasis ramah lingkungan melalui program
Aqua Lestari.
Hal senada juga
diungkapkan oleh Koordinator Jawa Tengah untuk Sustainable Development dan
Social Responsibility Danone Aqua, Fainta Susilo Negoro. Ia mengatakan
keberhasilan berbagai program dari Hulu ke Hilir, termasuk peresmian
Laboratorium Pertanian Desa di Desa Karanglo, kecamatan Polonharjo, merupakan
suatu bentuk kelanjutan dari program CSR Danone Aqua yang didukung oleh Pemda,
LSM, gapoktan dan masyarakat setempat.
Perusahaan membantu
melakukan reboisasi taman nasional, penanaman bibit pohon, menyediakan akses
air bersih, pemetaan penggunaan lahan dan air irigasi sampai dengan melakukan
pelatihan manajemen pertanian dengan tujuan untuk memajukan serta memberikan
manfaat.
Sementara Menteri
Pertanian Suswono mengatakan proyek kerjasama ini menjadi salah satu proyek
percontoan dari sistem pertanian anorganik menjadi sistempertanian organik.
“Program ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia untuk mengolah tanah yang
rusakakibat sistem pertanian anorganik yang menggunakan pupuk kimia," kata
dia.
3. Program Pelestarian
Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan, dan Peningkatan Ekonomi
Koordinator CSR
Danone Aqua wilayah Jatim Arief Fatullah mengatakan, sejauh ini, Aqua Lestari
sudah berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, utamanya penyelamatan sumber
mata air, sekaligus menjalankan program pemberdayaan masyarakat untuk
meningkatkan derajat hidup dan ekonomi. Berbagai program CSR sudah dijalankan
secara berkesinambungan di Pandaan, Kebon candi, Pasuruan, dengan melibatkan
berbagai pihak.
Di bidang
penanaman, lebih dari 30.000 pohon pada 2008-2009, pihaknya sudah menjalin
bekerja sama dengan Perum Perhutani, Yayasan Kaliandra, Lembaga Masyarakat Desa
Hutan (LMDH) Dayurejo dalam mengelola hutan asuh di lereng Gunung Arjuno.
Program itu dilanjutkan pada 2010 dengan menanam 50.000 pohon. "Melalui
kegiatan ini telah terbentuk 3 kelompok pengasuh hutan, 2 kawasan hutan asuh
seluas 72 hektare, dan partisipasi nyata masyarakat melalui LMDH terealisasi
secara nyata," tegasnya.
Guna menunjang
hutan asuh juga diadakan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa hutan,
beberapa aktivitas sudah dijalankan di Dusun Gamoh, Dusun Guthean, dan Desa Dayurejo.
Berbagai kegiatan positif itu antara lain pemberian bantuan 4 ternak sapi untuk
para pengasuh hutan, pengembangan budidaya sirih sebanyak 5.000 bibit,
pelatihan pembuatan minyak atsiri, dan penyediaan 1 alat destilasi, serta
pembuatan arang dari limbah kayu. Aktivitas itu dilakukan melalui pola
kemitraan multipihak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan perekonomian
masyarakat secara bertahap. Selain itu, untuk mencegah penebangan pohon untuk
arang. Setelah kegiatan itu diterapkan, hasilnya sangat menggembirakan, yakni
warga pembuat arang dari kayu semakin lama makin berkurang.
Konservasi juga
dilakukan Danone Aqua di kawasan hutan lindung Bromo Tengger bekerja sama
dengan LSM Satu Daun, LMDH, dan Perhutani setempat. Program sudah diwujudkan
dengan menanam 6.600 pohon di Kecamatan Tosari dan 12.000 pohon ditanam di
Kecamatan Puspo. Hasilnya, penghijauan seluas 20 hektare lahan kritis.
"Pohon-pohon yang sudah ditanam selanjutnya dirawat oleh masyarakat di
sekitar hutan lindung," ujarnya.
Keuntungan lain
yang bisa diambil masyarakat adalah mereka juga dapat menanam rumput gajah
untuk makanan ternak. "Dengan demikian tidak hanya hutan lindung yang
semakin hijau, tetapi masyarakat setempat juga dapat mengembangkan
perekonomian, sekaligus mendapatkan lahan rumput untuk pakan ternak,"
ujarnya.
Di bidang
pendidikan Danone Aqua merintis kerjasama dengan sekolah dan pemerintah desa di
berbagai wilayah Pasuruan dan Probolinggo. Program Sekolah Sahabat Mata Air itu
fokus terhadap pendidikan dan membangun kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Program tersebut dijalankan di 15 SMA/SMK di Kabupaten Pasuruan, 2 SMA/SMK di
Kota Pasuruan, dan satu SMK di Kabupaten Probolinggo. Dalam pelaksanaan
program, Danone Aqua menjalin kerja sama dengan melibatkan Yayasan Satu Daun,
Dinas Pendidikan, BLH Pasuruan, DKP Pasuruan, LMDH, dan masyarakat.
4. Program Pengelolaan Daerah
Aliran Sungai (DAS)
Direktur
Sustainable Development Department Danone Aqua, Yann Brault menjelaskan, Danone
memiliki komitmen ganda. Yakni, keberhasilan bisnis dan perkembangan sosial.
Yann menjelaskan, ada beberapa program CSR yang dijalankan Aqua. Antara lain,
program pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).
Menurut Yann. saat
ini ada sekitar delapan DAS yang masuk ke program CSR Aqua. "Program ini
dibagi ke dalam dua bagian, yakni hulu dan hilir," ujar Yann. Di hulu,
tambahnya, dilakukan dengan melakukan perlindungan hutan dan merehabilitasi
lahan kritis. Pertanian di sekitar aliran sungai pun dibuat agar lebih ramah
lingkungan yang arahnya menuju pertanian organik. Selain itu. Aqua juga
melakukan pengolahan sampah.
Aqua pun ikut serta
dalam program penanaman pohon. Tahun ini, Yann menargetkan dapat menanam 400
ribu pohon, termasuk mangrove. "Untuk bagian hilir, kami sesuaikan dengan
daerah di sekitar DAS. Untuk masyarakat laut misalnya, maka kami membuat
program untuk melindungi daerah laut." papar Yann.
Kegiatan CSR Aqua
lainnya adalah program air bersih yang berjalan sejak 2007. Program ini
bertujuan untuk menciptakan pemberdayaan masyarakat dan perlindungan
lingkungan. "Kami memang selalu mengutamakan untuk melakukan pemberdayaan
masyarakat di setiap program CSR yang dijalankan. Intinya adalah engage bersama
komunitas dan maju bersama," tambahnya. Saat ini. kata Yann, program ini
dijalankan di 16 lokasi di seluruh Indonesia. Sekitar 21 proyek yang sudah
selesai dan 10 lainnya masih berjalan.